RISALAH FIE MAKNA THAGHUT

Posted: Januari 29, 2008 in AQIDAH

Syaikhul Islam Muhammad Bin Abdul Wahhab rahimahullah

Ketahuilah semoga Allah swt merahmatimu: Sesungguhnya hal paling pertama yang Allah fardlukan atas anak Adam adalah kufur terhadap Thaghut dan Iman kepada Allah, dalilnya adalah firman-Nya:

“Dan sesungguhnya Kami telah mengutus seorang Rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan ) sembahlah Allah (saja) dan jauhilah Thaghut itu,” (An-nahl: 36)

Dan adapun tatacara kufur terhadap Thaghut itu adalah engkau meyakini batilnya beribadah kepada selain Allah, engkau meniggalkannya, membencinya, mengkafirkan pelakunya dan memusuhi mereka itu.

Adapun makna iman kepada Allah adalah bahwa engkau meyakini bahwa Allah adalah satu-satunya tuhan yang berhak untuk di ibadati, tidak yang lainnya, engkau memurnikan semua macam ibadah hanya kepada-Nya dan engkau menafikannya dari segala macam yang di sembah selain-Nya, engkau mencintai ahli Tauhid (ikhlas) dan loyal kepadanya, serta engkau membenci pelaku-pelaku syirik dan memusuhinya. Inilah agama Ibrahim yang di mana orang yang benci akannya adalah orang yang telah memperbodohi dirinya sendiri, dan inilah suri tauladan yang telah Allah kabarkan di dalam firman-Nya:

“Sesungguhnya telah ada suri tauladan yang baik bagimu pada Ibrahim dan orang-orang yang bersama dengan dia, ketika mereka berkata kepada kaum mereka: “sesungguhnya kami berlepas diri dari kamu dan dari apa yang kamu sembah selain Allah, kami ingkari (kekafiran) mud an telah nyata antara kami dan kamu permusuhan dan kebencian untuk selama-lamanya sampai kamu beriman kepada Allah saja,” (Al-Mumtahanah: 4).

Thaghut adalah umum mencakup segala sesuatu yang di sembah selain Allah, sedang dia itu rela dengan peribadatan tersebut, baik yang disembah, atau yang diikuti, atau yang ditaati dalam bukan ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya, ini adalah Thaghut.

Thaghut-thaghut itu banyak sekali, sedangkan tokoh-tokohnya ada lima:

Pertama:
Syaitan yang selalu mengajak untuk beribadah kepada selain Allah, adapun dalilnya adalah firman Allah :

“Bukankah Aku telah memerintahkan kepadamu hai Bani Adam supaya kamu tidak menyembah syaitan, sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi kamu” (Yaasin: 60).

Kedua:
Pemerintah yang Dhalim yang merubah hokum-hukum Allah(1), dan dalilnya adalah firman-Nya:

Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang mengaku dirinya telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadamu dan kepada apa yang diturunkan sebelum kamu? Mereka hendak berhakim kepada Thaghut, padahal mereka telah diperintah mengingkari Thaghut. Dan syaitan bermaksud menyesatkan mereka (dengan) penyesatan yang sejauh-jauhnya.” (An-nisa: 60).

Ketiga:
Orang yang memutuskan hukum dengan sesuatu yang bukan diturunkan Allah(2) dan dalilnya adalah firman Allah:

“Barang siapa yang tidak memutuskan perkara menurut apa yang di turunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang kafir” (Al-Maidah: 44).

Keempat:
Orang yang mengklaim mengetahui hal yang Ghaib, padahal itu hak khusus Allah, dan dalilnya adalah firman Allah:

(Dia adalah tuhan) yang mengetahui yang Ghaib, maka Dia tidak memperlihatkan kepada seorangpun tentang yang Ghaib itu. Kecuali kepada rasul yang di ridhai-Nya, maka sesungguhnya Dia mengadakan penjaga-penjaga (malaikat) dimuka dan dibelakangnya” (Al-Jin: 26-27).

Dan firmannya:
“Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib tak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa uang ada di daratan dan apa yang ada di lautan, dan tiada sehelai daunpun yang gugur melainkan Dia mengetahui (pula), dan tidak jatuh sebutir bijipun dalam kegelapan bumi dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering melainkan terulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuz)” (Al-An’am: 59).

Kelima:
Segala sesuatu yang disembah selain Allah, sedangkan dia rela dengan penyembahan tersebut, dan adapun dalilnya adalah firman Allah:

“Dan barang siapa diantara mereka mengatakan: “sesungguhnya ajau adalah tuhan selain daripada Allah, maka orang itu Kami beri balasan dengan Jahannam, demikian Kami memberikan balasan kepada orang-orang Dhalim”. (Al-Anbiyaa: 29).

Ketahulah bahwa orang itu tidak bisa di anggap sebagai orang yang beriman kepada Allah kecuali dengan kufur kepada Thaghut, dan adapun dalilnya adalah firman Allah:

“Karena itu barang siapa yang kufur kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya dia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kokoh yang tidak akan putus”. (Al-Baqarah: 256).

Arrusydu adalah agama Muhammad saw, dan Al Ghayy adalah agama Abu Jahal, sedangkan Al ‘urwah Al Wutsqaa adalah kesaksian Laa ilaaha illallaah, dimana hal ini mengandung penafian dan penetapan. Menafikan semua macam ibadah dari selain Allah, dan menetapkan seluruh ibadah hanya kepada Allah yang tidak ada sekutu bagi-Nya.

——————–
Note
1- Syaikhul islam ibnu taymiyyah rahimahullah berkata:

“ Orang dikala menghalalkan sesuatu yang disepakati keharamannya, atau mengharamkan sesuatu yang disepakati kehalalannya, atau merubah syari’at yang sudah disepakati, maka dia itu Kafir murtad dengan kesepakatan para fuqaha. (Al Majmu 3/267).

Coba perhatikan: Sekarang perjudian diperbolehkan di tempat-tempat tertentu yang sudah dialokasikan, pelacuran dibolehkan ditempat-tempat khusus bahkan ada pajak atas kedua hal itu, praktek Riba diberikan perlindungan hokum. Bukankah ini diantara bentuk penghalalan?

Bahkan bukankah Allah menetapkan bahwa tidak ada pilihan dalam menerima ajaran-Nya itu? Tapi sekarang mereka menetapkan sistim yang memberikan hak bebas bagi rakyat untuk memilih apa yang mereka sukai tergantung suara mayoritas? Bukankah ini bentuk perubahan akan Syariat?

2- Ibnu Katsir rahimahullah berkata:

“Siapa yang meninggalkan syariat yang muhkan yang diturunkan kepada Muhammad ibnu Abdillah penutup para nabi dan dia malah berhukum kepada syariat-syariat lain yang sudah dihapus, maka dia itu kafir, maka apa gerangan dengan orang yang berhukun kepada Yasiq (hokum buatan) dan mendahulukannya atas hokum syariat itu, maka siapa yang melakukannya maka dia itu kafir dengan Ijma kaum muslimin. (Al-Bidayah Wan Nihayah 13/119).

Bila ini status orang yang berhukum kepada undang-undang buatan, maka apa gerangan dengan orang yang menghukumi dengan undang-undang buatan itu, ini namanya thaghut. Mereka mendirikan lembaga untuk penggodokan hokum dan perundang-undangan, merubah, menambah, mengganti dan seterusnya.

RISALAH FI MA’NA THAGHUT
Penerjemah Abu Fauzan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s