JANGAN SIA-SIAKAN ROMADHON BERLALU (Bag1)

Posted: Agustus 11, 2010 in Tazkiyatun Nufus

Telah tiba bulan romadhon, bulan yang di berkahi Alloh Ta’ala, yang di dalamnya Alloh Ta’ala banyak memberikan keutamaan-keutamaan dan melebihkan di antara bulan-bulan yang lainnya, di antara keutamaannya adalah Alloh Ta’ala menurunkan Al qur’an di dalamnya, menjadikan satu malam di antara malam-malam di bulan tersebut sebaik-baiknya malam daripada seribu bulan, mebuka pintu langit, menutup pintu jahannam, membelenggu syaithon-syaithon, dan yang paling di utamakan juga adalah Alloh Ta’ala mensyari’atkan kepada kita di hari-hari bulan tersebut untuk melaksanakan ibadah shoum bahkan mewajibkannya kepada kita. Sebagaima Alloh Ta’ala berfirman:
” Hai orang-orang yang beriman di wajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana di wajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa” Qs Al Baqoroh: 183.

Di dalam ayat tersebut Alloh Ta’ala mewajibkan kepada orang yang beriman untuk melaksanakan shoum di bulan romadlon dan menjadikan shoum sebagai amalan yang di istimewakan oleh Alloh Ta’ala, sehingga Alloh Ta’ala mengkhobarkan bahwa amalan shoum adalah amalan yang juga telah di wajibkan dan biasa di lakukan oleh orang-orang yang beriman sebelum di utusnya Nabi Muhammad sholallohu ‘alaihi was salam. Dan bukan hanya itu saja akan tetapi Alloh Ta’ala menjadikan hikmah di balik pensyari’atan shoum yakni agar orang yang melaksanakannya menjadi bertaqwa kepada-Nya.
Sungguh besar keistimewaan shoum sehingga Alloh pun mengkhususkan amalan tersebut bagi-Nya dan tidak lah kita mendapati banyak menfa’at dari suatu amalan melainkan amalan shoum, pernah salah seorang sahabat yaitu Abu Umamah rodhiyalloh ‘anhu memohon kepada Rosululloh untuk di perintahkan suatu perintah, beliau rodhiyallohu ‘anhu berkata: “wahai Rosululloh perintahkanlah kepada ku suatu perintah yang dengannya Alloh Ta’ala memberikan banyak manfaat kepada ku”…Lalu Rosululloh bersabda:” Hendaknya engkau melaksanakan shoum, karena sesungguhnya tidak ada amalan yang menyerupai Shoum”. Di keluarkan oleh Abdur Rozaq di dalam Al Mushonnaf (7899), Ibnu Abi Syaibah (8895), Ahmad di dalam Musnadnya (2/773), An Nasa’I (2221), Ibnu Khuzaimah (1893), Ibnu Hibban (3425), Baihaqi (8263), Thobroni di dalam Al Kabir (7463), Haitsami mengatakan :”Perawi dari imam Ahmad dari periwayat shohih”, dan di shohihkan oleh Al Hakim di dalam mustadroknya.
Selain itu Alloh Ta’ala menjadikan ibadah shoum di bulan romadlon sebagai salah satu rukun islam yang dengan nya islam di bangun. Rosululloh sholallohu ‘alaihis salam bersabda:
” Islam di bangun di atas 5 perkara: syahadat bahwa tiada Ilah yang hak di ibadahi kecuali Alloh dan Muhammad adalah utusan Alloh, menegakan sholat, menunaikan zakat, haji ke baitulloh, dan shoum romadhon”. HR Bukhori & Muslim.
Maka para ulama sepakat bahwa orang yang mengingkari kewajiban shoum romadhon, atau meremehkannya dan bahkan menentangnya maka agamanya telah runtuh atau telah keluar dari islam. Karena bertentangan dengan apa yang telah Alloh Ta’ala wajibkan.

DUA GOLONGAN MANUSIA DALAM MENYAMBUT ROMADHON

Meskipun telah di ketahui bahwa bulan romadalon adalah bulan yang penuh keberkahan, namun tatkala romadlon tiba orang-orang yang menyambutnya terbagi menjadi dua, yaitu:
Pertama: Orang yang gembira tatkala romadlon tiba.

Mereka adalah orang-orang yang senantiasa bertaqarub kepada Alloh, dan menjaga amalannya di dalam bingkai syari’ah, shoum-shoum sunnah pun di laksanakannya baik shoum daud, senin kamis, yaumul bidh dan shoum sunnah yang lainnya. Sehingga tatkala romadhon tiba iapun bergembira karena amalan – amalan ibadah yang berada di dalamnya di istimewakan oleh Alloh Ta’ala.

Kedua: Orang yang dadanya sesak ketika ramadhan tiba.

Mereka adalah orang-orang yang senantiasa mengumbar hawa nafsunya, sedikit amal ibadahnya kepada Alloh, jarang bahkan tidak pernah melaksanakan shoum-shoum sunnah. Sehingga tatkala romadhon tiba dadanya penuh sesak seakan-akan dirinya terkekang di karenakan dirinya selalu memperturutkan nafsu, lantas di bulan romadhon mengharuskan dirinya menahan dari hawa nafsu baik makan, minum, jima’ dan lain sebagainya. Biasanya orang yang seperti itu ketika romdhon tiba sebelumnya mereka memuaskan nafsunya sepuas-puasnya. Wal ‘iyadzu billah.
Mengenai dua golongan tersebut ada kisah salaf yang amat menakjubkan, di riwayatkan bahwa suatu kaum dari kalangan salaf menjual budak wanitanya kepada salah seorang, ketika romadlon tiba tuan budak tersebut yang baru menghindangkan berbagai macam makanan dan minuman, – untuk menyambut bulan romadlon sebagaimana yang banyak di lakukan oleh orang-orang zaman sekarang- ketika budak wanita itu melihatnya ia pun berkata: ” Kenapa kalian melakukan hal ini?”, mereka berkata: ” ini untuk menyambut bulan romadhon,” lantas budak itupun mengatakan:” kalian tidak melaksanakan shoum melainkan hanya di bulan romadhon saja?!…Demi Alloh sungguh aku dahulu berada di suatu kaum setahun bagi mereka seolah-olah seluruhnya adalah romadlon, kembalikanlah aku ini kepada mereka…lantas tuannya pun mengembalikan budak tersebut kepada tuannya yang pertama.

AGAR ROMADHON BERMAKNA

Sederet nash-nash shohih lagi shorih baik di dalam Al Qur’an maupun As Sunnah yang menjelaskan keutamaan-keutamaan romadlon dan amalan-amalan di dalamnya, namun semua hal itu tiada berarti bila memaknai romadlon hanya sekedar menahan makan dan minum semata terlebih menjalankannya dengan penuh sesak di dalam dada, yang seharusnya romadlon menjadikan dirinya lebih berkualitas di dalam keimanan dan ketaqwaannya namun bagaikan fatamorgana sebulan penuh melalui hari-hari di dalam romadlon tidak ada secuilpun bekas-bekas tempaan romadhon di dalam dirinya.
Sungguh fenomena yang amat memiriskan hati, pada diri seseorang yang kurang ibadahnya atau gemar bermaksiat ketika romadhon tiba ia giat beribadah dan meninggalkan kemaksiatan hingga masjid-masjid pun penuh oleh orang yang semisalnya namun ketika romadlon berlalu dirinya kembali lalai beribadah dan gemar bermaksiat bahkan lebih parah, masjid-masjid pun kembali kosong melompong, lantas bagaimankah dengan orang yang gemar bermaksiat di bulan sebelum romadhon, di bulan romadlon dan di bulan setelahnya dengan kemaksiatan yang lebih parah lagi?!…nas’alullohal afiyah…..
Alangkah meruginya orang yang seperti di atas, dia tidak dapat mengambil faidah dan kebaikan untuk dirinya sendiri, sehingga Rosululloh pun mencela orang yang demikian, di dalam suatu riwayat Rosululloh sholallohu ‘alaihi was salam bersabda:
” Sungguh merugi orang yang melalui romadhon namun dosa-dosanya tidak terampuni”..
Di dalam hadits yang lain di sebutkan dari Abu Huraoiroh, berkata: Rosululloh shoallohu ‘laihi was salam bersabda: ” Barangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan zur, dan perbuatannya maka tidak ada kebutuhan bagi Alloh, di dalam meninggalkan makanan dan minumannya”. HR Bukhori & Muslim
Meninggalkan makanan dan minuman semata tiadalah berarti di dalam romadlon tidak pula dapat memberikan pengaruh apapun bagi dirinya sementara masyarakat pada umumnya memahami dan menjalankan shoum romadhon sebatas itu, padahal yang di inginkan oleh syari’at jauh lebih besar yakni menjadikan seorang hamba lebih tunduk kepada Robbnya dan mensucikan dirinya dari segala macam keburukan, Al Imam Ibnu Katsier rahimahulloh mengatakan : shoum adalah menahan dari makan, minum dan bersetubuh, di dasari dengan niat yang ikhlas kepada Alloh ‘Azza wa Jalla, karena tujuan daripada shoum adalah mensucikan jiwa dan membersihkannya dari berbagai keburukan dan akhlaq yang bejad. (Tafsir Qur’anul Adziem, hal 1/292).
Maka sepatutnya lah bagi kita untuk menyelami romadhon dengan sebaik-baiknya sesuai dengan syari’at agar kita dapat mengambil hikmah, faidah dan juga kebaikan-kebaikan di dalam romadlon, sehingga apabila romadhon berlalu tempaannyapun membekas di dalam diri kita. Berikut inilah poin- poin yang mesti di perhatikan di dalam menyelami romadhon agar romadhon membekas di dalam diri kita:
1. Shoum yang di laksanakannya hendaklah betul-betul mengikatkannya dengan penuh keimanan kepada Alloh Ta’ala karena shoum adalah ibadah yang tersembunyi tidak dapat di nampakan kepada orang lain, bisa saja ia di dalam kesendiriaannya tidak melaksanakan shoum dan orang lain pun sulit menebaknya apakah dia shoum ataupun tidak. Maka di sini lah shoum menjadikan suatu pendidikan bagi dirinya di dalam menguji keimananya, Rosululloh shoallohu ‘alaihi was salam bersabda: ” Barangsiapa yang melaksanakan shoum romadhon dengan penuh keimanan dan berharap maka dosanya yang lalu akan di ampuni” HR Bukhori & Muslim.
2. Menjadikan amalan shoum sebagai pendidikan bagi dirinya agar lebih mencintai dan mendahului negeri akherat ketimbang dunia, karena amalan shoum menuntut meninggalkan sebagian perkara-perkara duniawi dan meninggalkan kenikmatanya dengan mengharapkan balasan di negeri akherat, sehingga keimanannya terhadap akherat meningkat.
3. Shoum yang di laksanakannya adalah sebagai perealisasian akan ketundukan dirinya kepada Alloh, ketika Alloh dan rosul-Nya memeutuskan suatu perkara di antaranya adalah shoum yaitu menahan dari makan, minum, dan jima’ di siang hari, ketika terbenamnya matahari hingga terbitnya fajar shodiq ia boleh berbuka maka ia haruslah tunduk patuh di dalam menjalankannya meskipun tidak mengetahui hikmah di baliknya.Q.S AlAhzab: 36

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s